Kisah Perjalanan Slank Meninggalkan Narkoba
Bicara soal band rock Indonesia, hampir tidak ada yang sebesar Slank. Dan bicara soal Slank, hampir tidak mungkin melewatkan babak paling kelam dalam sejarah mereka: belasan tahun terjerat narkoba.
Kaka, Bimbim, dan personel Slank lainnya bukan sekadar mencoba-coba. Mereka pernah berada di titik paling bawah: jadwal manggung berantakan, tubuh kurus, dan hidup yang sepenuhnya dikendalikan zat. Dalam berbagai wawancara, mereka mengakui narkoba sempat menjadi bagian dari gaya hidup panggung rock era 80-90an.
Titik Balik
Yang mengubah segalanya adalah keputusan untuk direhabilitasi — bukan sekali, tetapi berkali-kali, karena kambuh adalah bagian dari proses. Dengan dukungan keluarga, manajemen, dan satu sama lain, perlahan mereka lepas. Slank kemudian membuktikan bahwa berhenti dari narkoba justru membuat karya mereka semakin produktif.
Dari Pecandu Menjadi Duta
Setelah bersih, Slank tidak bersembunyi. Mereka justru tampil ke depan sebagai duta anti narkoba, tur ke sekolah-sekolah, dan berbagi kisahnya tanpa ditutup-tutupi. Pesan mereka selalu sama: narkoba tidak membuatmu keren — ia hanya membuatmu kehilangan segalanya perlahan-lahan.
Kisah Slank adalah bukti bahwa tidak ada kecanduan yang mustahil diputus. Selama masih ada niat dan dukungan, selalu ada jalan pulang.