Tidak Dikriminalkan, Pecandu Narkoba Direhabilitasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere, menegaskan bahwa para pecandu narkotika tidak akan dikriminalkan melainkan akan menjalani rehabilitasi medis dan sosial. Ia mengatakan itu pada sambutan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang berlangsung di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.

Menurut Gories, Indonesia telah memiliki UU yakni UU N0 35 tahun 2009 tentang narkotika yang memandang pecandu narkotika bukan sebagai pelaku kriminal tapi penderita yang harus direhabilitasi. “Bagi pecandu, terapi dan rehabilitasi adalah langkah terbaik. Ketergantungan adalah penyakit yang harus disembuhkan dan bukan dihukum,” katanya.

Ia mengatakan, untuk merawat pecandu narkotika itu, BNN telah menyiapkan 365 pusat rehabilitasi yang tersebar di 178 lokasi di seluruh Indonesia. “Jumlah pecandu yang telah menjalani perawatan selama ini sebanyak 25.156 orang,” kata mantan Direktur Tindak Pidana Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Badan Reserse Kriminal Polri ini.

Jumlah pecandu narkoba di Indonesia berdasarkan survei BNN pada 2008, katanya, sebanyak 1,99 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 3,3 juta orang. “Dari jumlah itu, 1,3 pecandu berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa sedangkan dua juta dari kalangan non pelajar dan mahasiswa,” katanya

Untuk menyikapi berlakunya aturan bahwa pecandu harus dirawat dan tidak boleh dipenjara, Mahkamah Agung pada 7 April 2010 telah memberikan edaran kepada semua hakim untuk tidak memasukkan pecandu ke dalam penjara tapi menjalani perawatan.

BNN mencatat sebanyak 11 pecandu telah divonis hakim untuk menjalani perawatan dan bukan dipenjara. Dari jumlah itu, BNN menangani langsung tujuh orang sedangkan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Departemen Kesehatan, Jakarta, merawat empat pecandu.

Pecandu terakhir yang dirawat BNN berdasarkan putusan hakim adalah RF alias R seorang mahasiswa asal Bekasi, Jawa Barat yang dijatuhi hukuman 1,6 tahun untuk perawatan medis. RF pada 7 Juni 2010 langsung dibawa ke Unit Rehabilitasi dan Therapi BNN di Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah menerima penyerahan dari jaksa penuntut umum.

BNN menjamin bahwa semua biaya termasuk penjemputan pecandu narkotika ditanggung negara dan tidak dibebankan kepada keluarga pecandu.

ARTIKEL TERKAIT

CARA BERHENTI SENDIRI MEMAKAI ATAU MENGGUNAKAN NARKOBA DENGAN TERAPI BINNIYAT MAANAWA

Konseling Terpadu Pemulihan Pecandu Narkoba

PUSAT REHABILITASI NARKOBA

PANTI REHABILITASI NARKOBA LIDO BOGOR

GALERI 08 – KUNJUNGAN KE UNIT REHABILITASI BNN DI LIDO BOGOR

PUSAT TERAPI NARKOBA

Terapi Metadon Sembuhkan Pecandu Narkoba

Tidak Dikriminalkan, Pecandu Narkoba Direhabilitasi

MENGAPA BANYAK ARTIS YANG MENGGUNAKAN ATAU MEMAKAI NARKOBA

UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA

2 comments on “Tidak Dikriminalkan, Pecandu Narkoba Direhabilitasi

  1. Jelas tertulis bahwa hakim tlh ditegaskan bahwa pecandu bukanlah kriminal,tapi kenyataannya adalah ribuan pecandu di rutan salemba terancam mendapatkan bahkan telah vonis penjara sesuai pasal 112(minimal 4thn) hanya karena persoalan yg tak lain adalah UANG

  2. Yth.BNN, saya orang tua yang bingung dan tdk tahu hukum dan dalam keadaan susah karena saat ini sudah hampir satu minngu anak saya ditahan di Polres 072 jakarta utara. anak saya ditangkap karena kedapatan membeli ganja seberat 8 gram menurut keterangan dari Kanit Polres 072 dan menurut keterangan baru satu bulan anak saya mengkonsumsi ganja tersebut, dalam hal ini dan selama ini saya sebagai orang tua tdk tahu jika dia mengkonsumsinya, yang menjadi keinginan saya sebagai orang tua memohon kepada BNN tuk menjemput anak saya agar direhabilitasi di Lido bukan dijebloskan ke penjara seperti bunyi ancaman yang dituangkan dalam BAP karena anak saya bukan berbuat kriminal, bahkan anak saya sangat kooperatif dan membantu dengan segala pertanyaan yang diajukan oleh penyidik dengan hasil memberi tahu bandar tempat dia membeli ganja dan mendapatkan BB empat amplop berisi ganja namun bandar tsb. melarikan diri sehingga menjadi DPO. ini saya sampaikan ulang karena Kanit Polres 072 menyampaikan keterangan kepada saya tentang hal ini. bahkan beliau menawarkan kepada saya, jika anak bapak ingin direhabilitasi di Lido bapak harus siap soal biayanya sebesar kurang lebih 30 juta kata beliau yang saya kutip dan saya dengar dan jika tidak ingin anak bapak kena pasal tuk hal ini paling tidak 4 tahun. saya dan istri saya shock berat dengan kata-kata beliau dan berfikir kenapa hal semacam ini menjadi kesempatan tuk orang2 seperti beliau yang tidak ingin melihat bagaimana sakitnya orang tua seperti saya yang sudah dan sedang mengalami kebingungan dan kesusahan kok dimanfaatkan tuk mencari uang, bukan dibantu dan diayomi seperti bunyi slogannya. selanjutnya saya sebagai warga negara yang taat dan patuh dengan segala peraturan resmi negara memohon kiranya kepada BNN tuk dapat memberi bantuan seperti apa yang menjadi keinginan setiap orang tua seperti saya agar anak saya dapat dan bisa dijemput tuk ditempatkan dan direhabilitasi, diobati agar tdk terlanjur sakit karena saya percaya rehabilitasi Lido tempat yang baik tuk orang2 seperti anak saya yang belum sempat lama mengkonsumsinya dan tidak menjadi buruk seperti jika anak saya dipenjara bersama pelaku kriminal lainnya. seperti kata Rosul orang akan menjadi baik jika berkumpul dan bergaul dengan orang baik, orang akan menjadi jahat jika berkumpul dan bergaul dengan orang jahat. Sekali lagi mohon kiranya BNN memenuhi keinginan saya ini semata-mata karena agar anak saya ini berguna buat bangsa dan negara asset buat keluarga jika dia bertobat berkat BNN. Terima kasih saya sekeluarga dan menunggu jawaban dari BNN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s