Kepribadian, Kecanduan, dan Narkoba
Sering kita dengar komentar: "Anaknya memang bandel, pantas saja kena narkoba." Seolah-olah ada satu tipe kepribadian tertentu yang ditakdirkan menjadi pecandu. Ilmu perilaku menyebutnya konsep addictive personality — tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu.
Faktor Kepribadian yang Meningkatkan Risiko
Beberapa sifat memang berkaitan dengan kerentanan lebih tinggi: impulsivitas (sulit menahan dorongan), sensation seeking (haus pengalaman baru dan sensasi kuat), kecemasan berlebih, serta harga diri yang rendah. Orang dengan kombinasi sifat ini lebih mudah tergoda "coba-coba" dan lebih sulit berhenti.
Tapi Lingkungan Lebih Menentukan
Penelitian demi penelitian menunjukkan faktor lingkungan justru lebih kuat: anak dari keluarga tanpa kelekatan emosional, lingkungan dengan akses mudah ke narkoba, teman sebaya pemakai, dan riwayat trauma. Orang paling kalem sekalipun bisa terjerat jika lingkungannya terus-menerus mendorong.
Kabar Baiknya: Kepribadian Bisa Dibentuk
Kepribadian bukan vonis. Keterampilan menolak, kemampuan mengelola stres, dan rasa memiliki tujuan hidup semuanya bisa dilatih — dan terbukti menurunkan risiko penyalahgunaan. Inilah dasar dari program pencegahan berbasis life skills di sekolah-sekolah.
Jadi daripada melabeli anak "berkepribadian pecandu", jauh lebih berguna membangun bentengnya: komunikasi keluarga yang terbuka, kegiatan positif yang menyalurkan energinya, dan lingkungan yang sehat.