Ekstasi (Inex): Enak, Cui, Iin, Flash, Dolar, Flipper, Hammer
Di dunia malam dan pasar gelap narkoba, ekstasi jarang disebut dengan namanya sendiri. Para pengedar dan pemakai memakai banyak nama samaran: inex, enak, cui, iin, flash, dolar, flipper, hammer, dan masih banyak lagi. Bagi orang tua, guru, maupun masyarakat, mengenal istilah-istilah ini bukan hal sepele, karena percakapan yang terdengar asing di sekitar anak bisa jadi sebenarnya membicarakan narkoba.
Nama samaran dipakai untuk menyamarkan transaksi dari aparat dan orang awam. Istilahnya bisa berubah dari waktu ke waktu dan berbeda antar daerah, tetapi beberapa nama seperti inex dan hammer sudah cukup lama beredar dan dikenal luas di kalangan pengguna.
Apa Itu Ekstasi
Ekstasi adalah nama umum untuk pil yang mengandung MDMA, zat kimia sintetis golongan amfetamin yang memengaruhi kerja otak. Pil ini biasanya berwarna-warni dan dicetak dengan logo atau gambar tertentu untuk membedakan merek dan kualitasnya di pasar gelap. Justru tampilannya yang menarik itulah yang membuat banyak anak muda menganggapnya ringan dan tidak berbahaya.
Padahal kandungan ekstasi yang beredar nyaris tidak pernah murni. Hasil pemeriksaan laboratorium sering menemukan campuran zat lain yang tidak diketahui pemakainya, sehingga efek dan risikonya makin sulit diprediksi.
Efek yang Dicari Pemakai
Ekstasi membuat pemakainya merasa sangat berenergi, gembira berlebihan, penuh rasa percaya diri, dan merasa dekat secara emosional dengan orang di sekitarnya. Karena efek inilah ekstasi populer di tempat hiburan malam dan pesta, di mana pemakai bisa berjoget berjam-jam tanpa merasa lelah. Nama-nama samarannya pun sering mengambil kesan tersebut, seperti enak dan flash. Kerusakan semacam ini sering tidak disadari karena muncul perlahan dan baru terasa setelah bertahun-tahun.
Efek menyenangkan itu berlangsung beberapa jam, tetapi setelahnya pemakai jatuh ke kondisi sebaliknya: lemas, murung, cemas, dan sulit tidur. Dari sinilah lingkaran pemakaian berulang biasanya dimulai.
Bahaya bagi Tubuh dan Otak
Bahaya ekstasi bukan hanya soal ketergantungan. Pil ini menaikkan suhu tubuh, tekanan darah, dan denyut jantung secara drastis. Pada kondisi tertentu, terutama bila dipakai sambil berjoget terus-menerus di ruangan panas, pemakai bisa mengalami kepanasan berlebihan, dehidrasi parah, gagal ginjal, hingga kematian mendadak. Kasus-kasus seperti ini berulang kali terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam jangka panjang, pemakaian ekstasi merusak sel-sel otak yang mengatur suasana hati, tidur, dan memori. Mantan pemakai berat sering mengeluhkan depresi menahun, sulit konsentrasi, dan daya ingat yang menurun jauh sebelum usia tua.
Waspada Peredaran di Kalangan Muda
Pengedar sengaja menargetkan anak muda dengan harga per butir yang tampak terjangkau dan gengsi yang dibuat-buat. Orang tua perlu peka bila mendengar istilah asing seperti cui, iin, atau hammer dalam percakapan, melihat pil berwarna dengan cetakan gambar, atau mendapati perubahan pola tidur anak yang suka pulang pagi dalam keadaan sangat lelah.
Ekstasi adalah narkotika golongan I yang kepemilikan dan peredarannya diancam pidana berat oleh undang-undang. Mengenali nama-nama pasarnya adalah langkah kecil tetapi penting untuk melindungi keluarga dan lingkungan kita dari jeratnya.