Toga dan Tomas Harus Menjadi Teladan Berantas Penyalahgunaan Narkoba di Masyarakat

Reporter: As Pus Cegah | 12 Juni 2009

Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat harus berada di garda terdepan dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Karena masyarakat Sumatera Utara yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba setiap tahunnya terus bertambah. Makanya Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat harus selalu waspada, jangan sampai lengah.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Narkotika Provinsi Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, saat membuka sosialisasi penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bagi Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) se-Provinsi Sumatera Utara, Selasa (24/2).

Menurut Gatot, yang juga Wakil Gubernur Sumut, Toga dan Toma adalah panutan masyarakat, untuk itu segala tingkah lakunya harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat, terutama dalam hal penyalahgunaan narkoba, “Ada pepatah mengatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Kalau tokoh panutannya memberikan contoh yang tidak baik, pemakai narkoba misalnya, masyarakatnya juga akan bertindak lebih tidak baik lagi, bukan hanya menjadi pemakai, mungkin juga menjadi pengedar dan bahkan bandarnya,” kata Gatot.

Selanjutnya Gatot mengharapkan kepada Toga dan Toma bekerjasama dengan lintas sektoral untuk memberantas peredaran narkoba di masyarakat. “Tanpa ada kerjasama yang baik, pemberantasan penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat tidak akan bisa berjalan optimal,” tandas Gatot.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan jumlah korban narkoba setiap tahun mengalami peningkatan. Daerah di Indonesia hingga kini dinilai tidak ada yang terbebas dari narkoba, karena peredaran narkoba yang dilakukan dengan teknik canggih telah merambah ke-seluruh Indonesia.

Sekretaris Pelaksana Harian, Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol. Drs. Sri Soegiarto, yang hadir dalam sosialisasi, menyampaikan strategi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Upaya pencegahan, kata Sri Soegiarto, hingga saat ini, belum mampu menekan secara maksimal peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini karena masih minimnya pemahaman dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. ”Karena itu, sangat perlu dilakukan upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi tentang permasalahan narkoba dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba,” jelas Sri Soegiarto.

Menurut Sri Soegiarto, pencegahan penyalahguna Narkoba adalah seluruh usaha yg ditujukan untuk mengurangi permintaan dan kebutuhan gelap Narkoba, baik di lingkungan pelajar, mahasiswa dan masyarakat, dengan melakukan penyuluhan, penerangan dan pendidikan. Selain itu, juga melakukan deteksi dini terhadap korban penyalahgunaan narkoba.

”Kegiatan pencegahan dilaksanakan dalam berbagai bentuk diantaranya dengan bimbingan sosial dan konseling terhadap korban dan keluarga serta kelompok sebayanya, penciptaan lingkungan sosial dan pengawasan sosial yang menguntungkan bekas korban untuk mantapnya kesembuhan, pengembangan minat, bakat dan keterampilan kerja, pembinaan orangtua, keluarga, teman dimana korban tinggal, agar siap menerima bekas korban dengan baik jangan sampai bekas korban kembali menyalahgunakan Narkoba,” ujar Sri Soegiarto.

Sementara itu Kepala Pusat Pencegahan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kapus Cegah Lakhar BNN) Brigjen Pol. Drs. Anang Iskandar, SH.MH, meminta kepada para peserta yang terdiri dari para Ketua Badan Narkotika Kabupaten dan Kota, Toga dan Toma, untuk membangun jaringan masyarakat anti narkoba di lingkungannya masing-masing dan menghargai jerih payah masyarakat yang telah melakukan tindakan nyata dalam bidang pencegahan dan pengobatan bagi pengguna narkoba.

“Dengan dibangunnya jaringan masyarakat anti narkoba dari tingkat RT hingga tingkat nasional, akan mampu menekan peredaran narkoba di Indonesia,” kata Anang, optimis. (as)

ARTIKEL TERKAIT

CARA BERHENTI SENDIRI MEMAKAI ATAU MENGGUNAKAN NARKOBA DENGAN TERAPI BINNIYAT MAANAWA

Apa Yang Terjadi Bila Anak Anda Terlibat Narkoba?

Gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Remaja / Sekolah

Narkoba dan Makna Kasih Sayang

Toga dan Tomas Harus Menjadi Teladan Berantas Penyalahgunaan Narkoba di Masyarakat

CIRI-CIRI PERILAKU PECANDU DI RUMAH & SEKOLAH

DAMPAK NARKOBA

EFEK SAMPING & CIRI – CIRI PECANDU NARKOBA

JENIS-JENIS NARKOBA

Kamus NARKOBA

Mengenali Ciri-Ciri Pecandu Narkoba

MENGAPA BANYAK ARTIS YANG MENGGUNAKAN ATAU MEMAKAI NARKOBA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s