Persepsi yang Salah Tentang Narkoba

Persepsi yang Salah Tentang Narkoba
[11 Maret 2009, 07:59 WIB] Oleh : Pujiani pus cegah lakhar BNN

Meskipun bisnis narkoba terus diberantas dan pabrik narkoba terbesar, baik di Tangerang, Batu Malang, dan
Batam dibongkar, tapi hal itu tidak menyurutkan para pengedar dan pengguna narkoba untuk terus
mengkonsumsi. Bahkan penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini menunjukkan angka peningkatan dari tahun ke tahun. Penggunanya pun juga semakin meluas, bukan hanya orang dewasa saja, tapi remaja dan anak-anak juga telah menggunakan narkoba.

Penelitinan yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menemukan bahwa satu dari lima anak yang mencoba narkoba akan menjadi pecandu. Walaupun tidak semua anak yang mencoba akan menjadi pecandu, sesungguhnya, ketika meraka beberapa kali menggunakan narkoba, toleransi mereka terhadap narkoba tersebut akan semakin meningkat. Dengan begitu, mereka akan semakin sering mengonsumsi kerena tidak lagi sanggup bertahan tanpa memasukkan narkoba itu kedalam tubuhnya. Demikian besarnya presentase bahwa seseorang akan segera menjadi pecandu setelah satu kali saja mencoba mengonsumsi narkoba, yaitu sampai sekitar 20 persen, maka menjadi semakin kecil pula kemungkinan bahwa ia akan selamat dari jeratan narkoba walaupun hanya satu kali mencoba.

Berdasarkan data yang ada di Badan Narkotika Nasional jumlah pecandu narkoba sudah 1,5 persen dari populasi 3,2 juta jiwa penduduk Indonesia dan itu harus mendapat penanganan serius dari pemerintah.
Banyak alasan mengapa sebagian orang menggunakan bahan terlarang dan mematikan ini, salah satunya sebagai gaya hidup yang modern. Bisa juga karena pengaruh teman, sebagai pelarian dari suatu masalah. Yang lebih ironis lagi, banyak orang yang beranggapan, mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan hubungan seksual bisa menambah kemampuan dan kekuatan. Sehingga sering kita dengar adanya pesta narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan pesta seks. Atau ada suatu anggapan yang mengatakan komplek pelacuran identik dengan narkoba.

Sebenarnya merupakan suatu tipu daya jika ada orang yang mengatakan bahwa narkoba dapat meningkatkan kemampuan dan kenikmatan seks. Bisa juga pandangan ini adalah cara yang dipakai oleh para pengedar narkoba untuk merayu pembeli, karena sekali orang merasakan narkoba, mereka akan ketagihan dan terus ketagihan.
Mengkonsumsi narkoba bukannya akan menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan masalah dan berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual karena menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan. Narkoba yang terdiri dari beragam jenis ini memiliki pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa pemakainya, diantaranya:

HEROIN

Pada pria akan terjadi adalah penurunan kadar hormon testosteron, menurunnya gairah seksual, disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. Sedangkan pada wanita, menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan dan mengecilnya payudara. Masalah seksual tersebut muncul karena pengaruh heroin yang menghambat fungsi hormon seks.
MARIJUANA
Bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Sehingga bagi pria akan berakibat mengecilnya ukuran testis dan menurunnya kadar hormon testosteron. Juga akan berakibat pembesaran payudara, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi dan gangguan sperma. Sementara bagi wanita akan berpengaruh terjadinya gangguan sel telur, hambatan untuk hamil dan terhambatnya proses kelahiran disamping dorongan seksual yang menurun.

ECSTASY
Ecstasy dapat meningkatkan pelepasan Neurotransmitter Dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan Neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk perilaku seksual. Maka peningkatan Dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual, yaitu melakukan aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal.

DEPRESAN
Depresan atau lebih dikenal sebagai obat penenang akan mengganggu metabolisme hormon testosteron jika digunakan secara berlebihan, yang mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi pada pria. Sedangkan pada wanita akan mengganggu menstruasi dan juga menurunnya dorongan seksual.
Jika ada orang yang mengaku fungsi seksualnya menjadi lebih baik setelah mengkonsumsi narkoba, itu hanya disebabkan pengaruh negatif narkoba. Karena setelah mengkonsumsi narkoba, ecstasy misalnya, akan merasa lebih segar dan merasa fungsi seksualnya menjadi lebih baik. Sehingga tak takut melakukan hubungan seksual yang beresiko tinggi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi.
Anggapan narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual harus diluruskan, bukan kekuatan, justru kekecewaan yang didapat. Tetapi apapun alasannya, jauhi barang haram tersebut jika tak ingin menyesal di kemudian hari. (*)

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s