NARKOBA ADALAH MUSUH BANGSA

NARKOBA ADALAH MUSUH BANGSA

Bila kualitas manusia bangsa kita rendah, sementara kriminalitas terus meningkat, ekonomi kacau balau, produktivitas menurun, korupsi, kolusi, dan nepotisme meningkat, kehancuran Indonesia tinggal menghitung hari pasti akan terjadi. Oleh sebab itu, masalah narkoba ini haruslah menjadi agenda penting seluruh anak bangsa, harus di sikapi sebaga ” musuh bangsa”.

Masalah narkoba ini adalah musuh bangsa yang dapat menghancurkan tujuan proklamasi 17 Agustus 1945. Lalu siapa yang harus menghadapinya? Polisikah? Jaksa dan Hakim? Badan Imigrasi? TNI? Badan Narkotika Nasional? atau Siapa?

Sebagaimana nenek moyang kita dulu bersama-sama berjuang melawan penjajah, kali ini pun musuh tidak dapat dikalahkan jika seluruh rakyat tidak berjuang bersama. Perjuangan rakyat tidak boleh sendiri-sendiri, melainkan harus bersama, serentak, dan bahu membahu. Jadi, perang melawan narkoba harus menjadi gerakan nasional.

Keluarga Berencana berhasil menurunkan angka kelahiran karena menjadi gerakan nasional. Program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) juga harus demikian.

Pemerintah dengan segenap institusinya, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat luas harus menyatu dalam satu gerakan yang terencana, terarah, terpadu, sistematis, dan berkelanjutan dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba sampai tuntas. Gerakan ini bukan gerakan sporadis atau gerakan yang hanya bermuatan slogan saja untuk mencari popularitas semata.

Apa dan bagaimana bentuk gerakan P4GN itu, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan : rakyat harus mengenal seluk-beluk narkoba. Hanya rakyat yang mengenal narkoba yang tidak dapat diperdaya oleh sindikat narkoba sehingga dapat ikut berperang dan menang melawan musuh yang namanya narkoba itu.

Dalam pertempuran, ada satu syarat yang harus dipenuhi jika ingin menang, yaitu mengenali musuh. Bila tidak mengenali musuh, kita akan mati ditembak oleh lawan yang kita sangka kawan.

Banyak orang yang membenci, memusuhi, dan menyatakan ikut memberantas penyalahgunaan narkoba, tetapi justru memakai narkoba. Mengapa demikian? Hal itu terjadi karena ia tidak tahu bahwa yang dikonsumsi adalah narkoba. la ditipu oleh ‘pedagang’ yang menawarkan food supplement, ‘pil sehat’ atau ‘ pil pintar’ dan berbagai sebutan lainnya.

Jumlah korban sudah banyak, tetapi jumlah rakyat yang belum menjadi korban masih jauh lebih banyak, kira-kira 99% Oleh karena itu, sambil memberantas pengedar dan bandar serta mengobati korban yang semakin meluas itu, mari kita selamatkan mereka yang belum memakai narkoba.

Caranya adal ah dengan menambah wawasan dan membangun kesadaran mereka agar waspada dan tidak terjebak dalam perilaku menyimpang penyalahgunaan narkoba.[datin]

By kampungbenar Posted in ARTIKEL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s